Klenteng Hong Tek Hian Surabaya adakan Pertunjukan Wayang Potehi Setiap Hari

0

Perayaan Hari Raya Imlek 2019 di Surabaya ternyata cukup mendapatkan antusias yang cukup meriah dengan hadirnya ratusan orang perharinya untuk berkunjung ke klenteng dalam memanjatkan doa kepada dewa.

Klenteng Hong Tek Hian merupakan salah satu klenteng tertua di Surabaya yang lokasinya ada di kawasan legendaris di Surabaya yakni Jembatan Merah tepat di kampung dukuh No. 23 i Surabaya yang membuat masyarakat sekitar mengenal klenteng ini dengan sebutan Klenteng Dukuh.

Klenteng ini sudah berdiri sejak abad ke 13 lalu, Begitu tiba di Klenteng Hong Tek Hian kita akan melihat dua buah bangunan utama yang terpisah oleh seruas gang.

Di lantai 1 bangunan terdapat Altar Macko dan Kong Co. Sementara, di lantai 2 terdapat Altar untuk Buddha, Dewi Kwan Im dan beberapa dewi-dewi lainnya.

Setiap Harinya Klenteng Hong Tek Hian ramai dikunjungi warga penganut Khong Hu Chu untuk beribadah bersama, Selain itu klenteng ini juga menampilkan pertunjukan Wayang Potehi yang menarik perhatian bagi warga sekitar klenteng.

Wayang Potehi merupakan kesenian klasik yang berasal dari negeri Tiongkok bagian Selatan yang telah ada sejak zaman kekaisaran Cina, tepatnya sejak masa Dinasti Jin pada tahun 265 hingga 420 Masehi. 

Permainan wayang potehi ini merupakan pertunjukan wayang boneka yang terbuat dari kain yang dimainkan oleh sang dalang yang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya pertunjukan wayang lainya .

Sukar mudjiono sebagai dalang wayang potehi selama 36 tahun mengatakan bahwa permainan wayang potehi ini merupakan kesenian tradisional China sebagai ucapan rasa syukur kepada para dewa, Setiap harinya akan mengisahkan tentang berbagi macam seri kerajaan China.

Wayang Potehi ini memiliki lebih dari 100 karakter yang terdiri dari raja,menteri,panglima,masyarakat ,serta pendekar. Salah satu cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan kali sang dalang membawah kisah Yo Bun Kong yang menceritakan kerajaan Song kio menyerang kerajaan La Ban Ko.

Pertunjukan Wayang Potehi ini dibawakan oleh grup lima merpati Surabaya yang terdiri dari lima dalang yang bisa disaksikan setiap hari mulai pukul 09.00 dan pukul 13.00 WIB yang akan berlangsung selama dua jam.