Pameran Equilibrium Merupakan Gejolak Pencarian Jati Diri para Seniman

0

Jati diri memilik arti penting bagi para seniman untuk membentuk sebuah budaya serta lingkungan yang akan mempengaruhi terhadap penciptaan karya sehingga menjadi label untuk pembeda senimna untuk menciptakan sebuah karya.

Pada awal tahun ini House of sampoerna kembali menggelar pameran bertajuk Equilibrium bekerjasama dengan empat perupa asal Jawa Timur yang menampilkan 22 karya mereka di Galeri Paviliun HoS.

Sebuah karya seni dihasilkan oleh ke empat perupa asal jatim yaitu Agus Salim, Catur Hengki Koesworo, Edit Supriyanto dan Zainul Qusta
Equilibrium memiliki arti tersendiri untuk keempat seniman tersebut yaitu dianalogikan sebagai titik nol atau awalan dimana para seniman ini berangkat memulai sebuah pencarian jati diri, yang akhirnya diwujudkan dalam sebuah konten visual yang mewakili setiap karakter para seniman.

Pada pameran kali ini Agus salim menemukan jati dirinya dengan menghasilkan karya yang mengkritik keprihatinan besar hubungan antra alam dan manusia, lalu Zainul Qusta memvisualisasikan pesannya dalam wujud bidang-bidang yang berbentuk tak tentu dengan bahasa yang ambigu, kemudian Edie Supriyanto membukus objek karakter wayang dengan latar khas indonesia yang sangat filosofis, yang terakhir merupakan karya Catur Hengki Koeswarno yang mengambarkan fenomena yang tentang fenomena yang terjadi saat dan mengalami gejala di indonesia yang divisualkan kedalam karya seni bergaya ilustratif.

Athian sebagai kurator dalam pameran ini mengatakan bahwa pameran Equilibrum ini merupakan karya para seniman yang ingin berbagi cerita kepada para penggujung tentang jati diri permulaan karya dari ke empat seniman dengan menghasilkan 22 karya yang mengungkapkan kegilisahan akan jati diri mereka yang divisualkan melalui sebuah karya sehingga para pengunjung dapat membaca pengalaman karya awal dari setiap seniman.